Beauty Comes From Within

BANYAK orang mengatakan, selain kecantikan fisik, kecantikan yang terpancar dari dalam diri kita juga penting. Kecantikan atau keindahan yang dari dalam ini misalnya: kepribadian, kecerdasan, ketrampilan, dan wawasan yang kita miliki. Kecantikan ini disebut juga inner beauty. Beberapa psikolog lebih senang menggunakan istilah authentic beauty untuk menyebut kecantikan yang muncul dari dalam diri seseorang.

Authentic beauty adalah konsep kecantikan atau keindahan yang sejati. Jika kita memiliki authentic beauty, berarti kita sangat mengenal diri kita masing - masing, sehingga tidak over confident (percaya diri berlebih), besar kepala, atau sombong. Atau sebaliknya, tidak rendah diri, malu – malu, dan tidak berani melakukan apa - apa. Intinya, kita berani tampil apa adanya.

Selain itu, authentic beauty juga dapat membuat kita melakukan sesuatu yang luar biasa atau berperilaku yang membuat orang lain terkesan. Bukan prestasi atau perilaku yang dibuat-buat, melainkan prestasi yang sesungguhnya dan perilaku yang tulus dari dalam diri kita. Hal terbesar yang dapat kita peroleh melalui kecantikan kita yang dari dalam ini adalah kepuasan hidup atau hidup yang lebih bermakna.

Kecantikan atau keindahan dari dalam ini ada yang bersifat bawaan namun ada juga yang dibentuk karena interaksi dengan lingkungan. Bersifat bawaan artinya sejak lahir kita sudah memiliki temperamen tertentu yang memiliki kontribusi terhadap inner beauty kita. Sedangkan kecantikan yang dibentuk karena interaksi dengan lingkungan dihasilkan ketika kita belajar dalam suatu lingkungan.

Bagaimana membangun kecantikan atau keindahan dari dalam diri kita? Pertama, kita mulai dengan mengenal diri kita yang sebenar-benarnya. Kita harus berani mengakui kelemahan, kekurangan dan kelebihan atau keunggulan kita. Terkadang kita pun harus berlapang dada menerima kritikan dan masukan dari orang lain karena barangkali tidak semua sisi dari diri kita ini, kita mampu untuk mengenalinya. Kedua, lihatlah dunia sekeliling kita dengan pandangan positif. Jangan berburuk sangka, dan cobalah untuk melihat kekurangan dengan mencari sisi positifnya.

Memang tidak semua hal yang terjadi sesuai dengan keinginan kita. Kalau ada hal- hal yang tidak sesuai, kita harus ikhlas menerima bahwa inilah porsi hidup yang harus kita jalankan saat ini. Kita hanya perlu melihat sisi positif atau hikmah dari pengalaman kita, harapannya adalah kita belajar dari pengalaman itu agar kelak dapat lebih baik lagi. Berpikir positif dapat membantu kita merasa lebih baik, berlaku realistis, tepat dan efektif.


P. Henrietta Siswadi, S. Psi, dosen pada Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar