"Kami makin terpuruk" - Alasan Warga Golput

BALIKPAPAN — Kendati telah diimbau oleh Wali Kota Imdaad Hamid maupun KPUD Balikpapan, namun tetap saja banyak warga yang tidak menggunakan hak pilihnya atau yang biasa disebut golongan putih (golput), pada pemilihan gubernur (pilgub) Kaltim putaran kedua, Rabu (23/10).

Johan (45) warga Karang Rejo RT 36 misalnya, ia blak-blakan mengaku golput pada pilgub putaran kedua ini. Alasannya, Johan merasa kecewa karena sejak banyaknya pemilihan atau selepas Orde Baru kehidupannya tak pernah berubah, bahkan semakin terpuruk.

“Jujur, saya kecewa dengan pemerintah sekarang. Pilih calon inilah, itulah, sama saja kita menderita,” ujar pria yang bekerja sebagai buruh lepas ini, kemarin.

Ia sendiri telah memegang undangan pemilihan model C6-KWK dan memiliki kartu pemilih, tapi ia tak mau meluangkan waktu ke TPS. Johan mengatakan, lebih baik bekerja untuk mencari uang saat ini.

“Biar di kampung saya banyak yang bagi-bagi bera, saya nggak mau ikut,” ujar dia.

Sementara, Rizal (38) warga Jalan Al Fallah RT 34, mengaku tidak peduli dengan adanya pilgub kedua ini. Ia sendiri tidak tahu apakah Rabu (23/10) itu pilgub atau ada kegiatan lainnya.

“Yang, penting kita kerja sekarang. Urusan begitu, cuma orang-orang di atas saja,” katanya.

Seperti diberitakan kemarin, jumlah pemilih Balikpapan yang tidak menggunakan hak aspirasi politiknya naik 23,6 persen dari pilgub pertama. Atau bertambah 33.444 pemilih yang golput. Kesimpulan tersebut berdasarkan prediksi dari hasil penghitungan suara pilgub putaran kedua per kecamatan di Kota Balikpapan.

Pada pilgub putaran pertama 26 Mei lalu, jumlah warga Balikpapan yang golput sebanyak 141.499 atau sekira 38,1 persen dari jumlah daftar pemilih tetap (DPT) 370.863. Sementara pada pilgub kedua ini jumlah pemilih yang golput sebanyak 174.943 atau 47,4 persen dari jumlah DPT putaran kedua sebanyak 368.357.

Anggota KPUD Balikpapan M Ramli berpendapat naiknya golput pada pilgub putaran kedua ini diperkirakan, selain kurangnya kepedulian warga terhadap pilgub, juga dikarenakan orang tidak bergairah dengan pilgub kedua ini.

“Mungkin ada yang merasa cukup pilgub pertama saja. Buat apa ada pilgub kedua ini,” katanya.(tom)

Sumber : KaltimPost 25 Oktober 2008

Tidak ada komentar:

Posting Komentar